Saturday, July 13, 2013

9 Pengusaha yang Mendirikan Perusahaan di Usia Mapan

Mencari pekerjaan saat ini terhitung tak mudah mengingat masih banyaknya pengangguran di berbagai negara. Mendirikan usaha sendiri seringkali menjadi jalan terbaik bagi mereka yang sulit mendapat pekerjaan.
Namun sebagian orang lain yang sudah bekerja, juga sering mendapatkan kendala pekerjaan dan akhirnya berhenti. Bagi Anda yang merasa putus asa karena sulit mendapat kerja, atau tak betah di kantor, Anda tak perlu khawatir lagi.
Seperti dilansir dari Inc.com, Rabu (10/7/2013), banyak orang lain yang mencapai kesuksesannya di usia 40 tahun bahkan lebih seperti Albert Eistein dan Tim Page, pemenang penghargaan musik. Mereka menemukan kesuksesan di hari tua.
Tak hanya dua orang, berikut sembilan orang yang mendirikan perusahaannya di usia mapan:

1. Reid Hoffman, pendiri LinkedIn
http://www.freshdialogues.com/new/wp-content/uploads/2010/07/reid_hoffman.jpg
Setelah lulus dari Stanford, Reid Hoffman menghabiskan 15 tahun untuk memutuskan apa yang ingin dia lakukan.
Awalnya, dia merasa memiliki karakter akademisi dalam dirinya, tapi kemudian dia memutuskan untuk jadi seorang entrepreneur.
Pada 2002,  di usianya yang ke-35, dia mendirikan LinkedIn, sebuah jaringan sosial untuk para profesional. Perusahaan tersebut didirikan dengan uang yang diperolehnya dari penjualan PayPal yang turut dibangunnya.
LinkedIn diresmikan saat ia berusia 43 tahun.

2. Robert Noyce, Intel
http://www2.pcmag.com/media/images/328090-robert-noyce-and-the-inventors-of-personal-computing.jpg?thumb=y
Pria ini merupakan seorang ilmuan yang sangat rajin seumur hidupnya. Dia mendapatkan gelar sarjana untuk fisika dan matematika dari Grinnell College. Dia bahkan memperoleh gelar doktor di bidang fisika dari MIT.
Setelah lulus dia bekerja sebagai teknisi riset sebelum akhirnya mendirikan perusahaan Fairchild Semiconductor.
Di usianya yang ke-40, dia menjual emasnya dan mendirikan Intel.

3. Thomas Siebel, Intel
http://images.forbes.com/media/lists/54/2008/SBMT.jpg
Thomas Siebel mampu memperoleh gelar untuk sejarah , ilmu komputer, dan bisnis.
Dia sempat meraih kesuksesan selama bekerja di  Oracle Corporation and Gain Technology, sampai akhirnya saat beranjak 41 tahun dia menemukan keberhasilan lain dengan  Siebel Systems.
Perusahaan yang didirikannya tersebut dominan fokus pada usaha Customer Relationship Management dengan 45% saham di pasar.

4. Dave Duffield, PeopleSoft
http://images.forbes.com/media/lists/10/2009/david-duffield.jpg
Profesi sebagai insinyur telah lama dijalani Dave Duffield.
Keluarganya mendirikan Cornells Duffield Haldan dia belajar teknik elektro di Cornell. Secara tak diduga, dia justru memperoleh gelar master di bidang administrasi bisnis.
Meski setelah kuliah Duffield menciptakan beberapa perusahaan konsultasi dan IT yang terhiting sukses, PeopleSoft yang didirikannya saat berumur 46 tahun merupakan yang paling menonjol.

5. Leo Goodwin, Geico
http://baodautu.vn/stores/news_dataimages/chicong/072013/13/14/5-6.jpg
Anak dari dokter ini memulai karirnya sebagai seorang akuntan di San Antonio, Texas.
Sambil bekerja sebagai pelaksana kebijakan, dia menyadari sistem asuransi di tempatnya bekera perlu dibenahi. Goodwin berpikir kenapa perusahaan-perusahaan tak langsung berhubungan dengan konsumen.
Setelah bekerja keras mengumpulkan uang, dia akhirnya mendirikan Geico pada 1936 saat berumur 40 tahun.

6. Ray Kroc, McDonalds
http://static.ddmcdn.com/gif/curiosity-late-bloomers-pictures-6.jpg
Selama beberapa waktu, Kroc sempat menjadi penjual mesin susu keliling.
Di usianya yang ke-52 dia bertemu dengan Maurice dan Richard McDonald yang menjalankan bisnis restoran di San Bernadino, California. Saat itu, Kroc sangat tertarik dengan bisnis tersebut. Saat kebanyakan perusahaan hanya membeli satu mesin, keluarga McDonald membeli delapan.
Kroc lalu membujuk McDonalds untuk mengizinkannya menjalankan bisnis waralaba dari restoran tersebut. Dia ingin menciptakan merek yang mewakili reputasi toko tersebut.
Rencana tersebut tak bisa dijalankan karena perusahaan bangkrut. Kroc lalu membeli perusahaan dari keluarga McDonald seharga US$ 2,7 juta.

7. John Pemberton, Coca-Cola
http://southernmemoriesandupdates.com/wp-content/uploads/2011/09/pemberton-john-coke.jpg
Selama perang sipil, banyak tentara yang dipaksa mengkonsumsi morfin. Tapi seorang ahli fisika dan farmasi bernama John Stitih Pemberton menawarkan minumana yang lebih baik yang dikenal dengan Pembertons French Wine Coca.
Usai perang, pria berusia 55 tahun ini didorong untuk mereformulasi minumannya. Dengan bantuan anaknya, dia mengganti anggur dengan gula dan mendirikan perusahaan Coca-Cola.
Pemberton mulai menjual minuman formulanya tersebut, dan diteruskan pada 1888 oleh pegawainya, Asa Candler saat dia meninggal. Pada 1891, Candler menguasai perusahaan tersebut.

8. Henry Kaiser, Kaiser Permanente
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQ_CnWb5f9QTxvifxqS4RSN5dYX-Qnrw5kb_1OvXnRtOqtEJ3rlhfgp5owPlIPjFtpvA8fr6hHJCweXgzpjPdb_gMuYBxk89gSLEnPTXcwA8dz3jFB1i7YgK1NX92Tjfh2lxnorz8vXQ/s320/henry-j-kaiser-3.jpg
Perintis kapal pesiar Amerika dan pendiri Kaiser Permanente memulai usahanya bukan sebagai industrialis.
Saat berusia 32 tahun, perusahaan Henry J Kaiser ikut  membangun jalan raya di Cuba dan bekerja membangun Hoover Dam.
Namun saat Amerika Serikat semakin terlibat Perang Dunia II, perusahaan kapal Kaiser memproduksi sejumlah kapal kargo dalam waktu singkat.
Saat berumur 63 Kaiser and ahli fisika bernama Sidney Garfield mendirikan Kaiser Permanente sebagai bentuk kepedulian pada para pegawainya.

9. Colonel Harland David Sanders, KFC
http://startupbisnis.com/wp-content/uploads/2013/05/sanders_1872984c.jpg
Harland David Sanders sering berganti-ganti pekerjaan selama hidupnya. Dia pernah menjadi petani, kru pesawat, agen asuransi bahkan pemadam kebakaran.
Hanya ada satu masalah dalam pekerjaannya, dia selalu dipecat.
Suatu hari, Sanders membuka sebuah stasiun jasa kecil yang menjadi terkenal tapi menjadi lesu saat Interstate 75 dibuka.
Di usianya yang ke-65, dia mendirikan restoran makanan cepat saji, KFC. Pada 1964  , Sanders menjual perusahaan yang saat ini memiiliki lebih dari 600 cabang, seharga US$ 2 juta (US$ 15 juta saat ini).